Perusahaan China Kehabisan Uang, CEO-nya digaji Rp 2000

SundaGaul | Kabar mengejutkan datang dari perusahaan China LeEco yang baru baru ini telah mengekspansi produk mereka ke pasar Amerika Serikat.

Perusahaan ini dikabarkan kehabisan uang akibat terlalu cepatnya mewujudkan ekspansi ke pasar global dengan dana yang terbatas.

Baca Juga : 5 Charger Unik, Sampai ada yang Mirip Tali Pusar

“Kami terlalu agresif dalam strategi global, di waktu yang sama, kapital dan sumber daya yang terbatas “ Tulis Yueting (CEO) di email internalnya yang baru baru ini tersebar.

Awalnya email tersebut hanya beredar di kalangan internal perusahaan itu saja, namun ternyata ada yangmengungah isi email tersebut ke medsos dan berita itupun ramai dibicarakan di media media.

Di dalam email tersebut juga menuliskan bahwa perusahaan akan mengurangi subsidi ke konsumen, pemangkasan biaya dan juga fokus ke bisnis yang sudah ada dulu.

Yueting juga telah memberikan permintaan maaf ke para pemegang saham. Ia juga telah memberitahukan jika gajinya akan dipangkas hingga menjadi 1 Yuan saja atau sekita Rp 2.000 .

Baca Juga : Saham Samsung Turun Drastis Akibat Galaxy Note 7, Why?

Pada saat awal berdirinya LeEco hanyalah perusahaan streaming TV di China. Lalu mulai berekspansi ke ranah gadget dan mobil pintar.
Reaksi:

Post a Comment

- Dilarang Menyimpan Link Aktif, Kode, Dan Hal Lainnya Yang Menguntungkan Pribadi.
- Dilarang Spam Dan Wajib Berkomentar Sesuai Tema Bacaan
- Wajib Berkata Sopan

 
Top